PALANGKA RAYA (Humas) Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan yang humanis dan religius, Wakil Kepala Madrasah (Wakamad) Bidang Kurikulum MTsN 1 Pulang Pisau Lisa Purnama Sari, M.Pd turut serta dalam rangkaian Bimbingan Teknis (Bimtek) Kurikulum Berbasis Cinta. Kegiatan yang diinisiasi oleh Kanwil Kemenag Provinsi Kalimantan Tengah ini ditujukan bagi para Kepala Madrasah dan pemangku kebijakan kurikulum di lingkungan Provinsi Kalimantan Tengah. Kamis(12/04/2026)
Acara yang berlangsung selama tiga hari di Asrama Haji Al Mabrur, Palangka Raya, ini menjadi momentum penting untuk memperkuat pemahaman mengenai implementasi nilai-nilai kasih sayang dalam proses belajar-mengajar di madrasah.Selama kegiatan berlangsung, perwakilan dari MTsN 1 Pulang Pisau bersama peserta lainnya mendapatkan materi intensif mengenai strategi penerapan kurikulum yang tidak hanya mengejar target akademik, tetapi juga penguatan karakter melalui empati dan kepedulian.
Konsep ini berakar pada 5 Panca Cinta, yaitu: Cinta terhadap Tuhan, Cinta terhadap sesama manusia, Cinta terhadap lingkungan, Cinta terhadap bangsa, Cinta terhadap ilmu pengetahuan.
Dalam sambutannya, Kepala Kanwil Kemenag Kalteng menekankan pentingnya landasan spiritual dalam pendidikan, mengutip hadis Rasulullah SAW:”Sayangilah siapa saja yang ada di bumi, niscaya yang di langit akan menyayangimu.”
Keikutsertaan Wakamad Kurikulum MTsN 1 Pulang Pisau dalam Bimtek ini diharapkan dapat menjadi motor penggerak transformasi pendidikan di madrasah. Sekembalinya dari kegiatan ini, konsep Kurikulum Berbasis Cinta akan mulai diintegrasikan ke dalam ekosistem pembelajaran di MTsN 1 Pulpis.”Madrasah bukan sekadar tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi wadah persemaian karakter. Dengan Kurikulum Berbasis Cinta, kita ingin melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual namun tetap memiliki kelembutan hati dan integritas yang tinggi,” ujar Lisa Purnama Sari, M.Pd di sela-sela kegiatan.
Melalui Bimtek ini, MTsN 1 Pulang Pisau berkomitmen untuk terus bersinergi dengan madrasah lain di Kalimantan Tengah guna mewujudkan pendidikan yang lebih inklusif, penuh kasih sayang, dan berorientasi pada kemanusiaan. (Nopy)









